Simplicity

May 17th, 2010

SOA is dead

Posted by Didit Adipratama in SOA-Service Oriented Enterprise

Implementasi SOA banyak ditinggalkan karena masalah biaya investasi yang relative tinggi. Pasar yang menyebabkan harga SOA menjadi tinggi, juga memiliki banyak factor, diantaranya resesi ekonomi yang membuat para CEO membanting stir untuk tidak menggunakan SOA. Para pelaku bisnis akan lebih cenderung mengambil pilihan lain dengan cost relative lebih murah. Vendorpun melihat kesempatan bisnis ini, untuk menciptakan/merenovasi option lain yang mempunyai cost lebih rendah, tetapi memiliki kemampuan seperti SOA, dengan cara memanfaatkan SOA-tools. Suatu perusahaan belum bisa dikatakan sudah menerapkan SOA, jika tidak mengkolaborasikan business process perusahaan dengan Inovasi IT dalam satu path untuk membuat hasil kerja yang lebih powerful dan valuable. Bisa dapat dibayangkan, jika para vendor-vendor tersebut yang memanfaatkan tools SOA tersebut dengan maksimal, dapat memberikan solusi bagi perusahaan dengan cost yang relative murah dan preparation time yang lebih cepat, maka banyak perusahaan lain juga akan menggunakan second opinion ini, sehingga SOA benar-benar ditinggalkan oleh pasarnya. Hal penting lain yang membuat SOA ditinggalkan adalah ROI-nya relative tidak bisa dirasakan dalam waktu yang relative cepat. Besar/kecilnya scope bisnis suatu perusahaan juga berpengaruh pada penerapan SOA. Penerapan SOA akan tidak efektif jika diterapkan pada perusahaan yang cenderung relative kecil atau sampai dengan menengah.

Jika para vendor dan CEO pada saat ini lebih memilih untuk tidak menggunakan SOA, maka banyak para programmer yang direkrut vendor juga akan bisa terpengaruh untuk terfokus kepada second opinion ini. Jadi tidak hanya ditinggal pasar, tetapi para developer bisnis tertentu juga banyak beralih dari SOA ke solusi lainnya. Hal-hal inilah yang menimbulkan & memperkuat pendapat: “SOA is dead”.

Menurut saya, “SOA is dead” itu tidak memiliki arti sesungguhnya yaitu benar-benar hilang, tidak dapat digunakan lagi, dan tidak ada penerusnya. SOA memang akan ditinggalkan oleh para pelaku bisnisnya, baik vendor, konsumen, dan developer, untuk pasar dan waktu tertentu, tetapi Esensi SOA pada akan tetap ada dan terus berevolusi untuk memberikan keturunannya bagi kepentingan IT improvement.

Kurt Cagle menjabarkan bagaimana karekteristik SOA dan menjelaskan kalau para pelaku bisnis SOA akan berjalan ditempat untuk sementara waktu, sedangkan Tjain beropini bahwa “SOA is dead” tidak benar. Dia mengatakan bahwa kata-kata itu hanyalah akronim kalau SOA telah menjadi tidak konsisten. “SOA is dead” hanya dilihat dari para pelaku bisnisnya saja. Tetapi yang sebenarnya adalah SOA akan terus hidup dan terus berkembang.

Leave a reply

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

  • Monthly

  • Binusian Link

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web